Rabu, 28 Maret 2012

Pengertian profesionalisme, ciri-ciri profesionalisme, kode etik profesional


Profesionalisme adalah sifat atau kemampuan yang sewajarnya terdapat pada seorang professional dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya.

Kesimpulan Ciri-ciri dari profesionalisme yaitu :
Pertama, keinginan untuk selalu menampilkan perilaku yang mendekati piawai ideal : maksud dari ciri ini yaitu dimana seseorang berusaha mewujudkan dirinya sesuai dengan piawai yang dipandangnya paling sempurna.
Kedua, meningkatkan dan memelihara imej profesion : maksud dari ciri ini dimana seorang profesion berkeinginan keras untuk menjaga dan meningkatkan imejnya melalui prilaku profesionalnya.
Ketiga, Keinginan untuk sentiasa mengejar kesempatan pengembangan profesional yang dapat meningkatkan dan meperbaiki kualiti pengetahuan dan keterampiannya.
Keempat, Mengejar kualiti dan cita-cita dalam profesion : dimana seseorang profesion memiliki rasa bangga dan percaya diri akan hasil kerjanya.
Kode Etik Profesional : berfungsi sebagai pengontrol bagi masyarakat atas profesi yang dilakukan dan sebagai pedoman seorang profesion tentang prinsip profesionalisme yang digariskan..

Rabu, 14 Maret 2012

Pengertian etika profesi dan ciri khas profesi


Pengertian Etika (Etimologi), berasal dari bahasa Yunani adalah “Ethos”, yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom).
Profesi berasal dari bahasa latin “Proffesio” yang mempunyai dua pengertian yaitu janji/ikrar dan pekerjaan. Bila artinya dibuat dalam pengertian yang lebih luas menjadi kegiatan “apa saja” dan “siapa saja” untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik. 

Berikut ini adalah ciri khas profesi :
Keterampilan yang berdasar pada pengetahuan teoretis : Profesional diasumsikan mempunyai pengetahuan teoretis yang ekstensif dan memiliki keterampilan yang berdasar pada pengetahuan tersebut dan bisa diterapkan dalam praktek.
Asosiasi profesional : Profesi biasanya memiliki badan yang diorganisasi oleh para anggotanya, yang dimaksudkan untuk meningkatkan status para anggotanya. Organisasi profesi tersebut biasanya memiliki persyaratan khusus untuk menjadi anggotanya.
Pendidikan yang ekstensif: Profesi yang prestisius biasanya memerlukan pendidikan yang lama dalam jenjang pendidikan tinggi.
Ujian kompetensi : Sebelum memasuki organisasi profesional, biasanya ada persyaratan untuk lulus dari suatu tes yang menguji terutama pengetahuan teoretis.
Lisensi : Profesi menetapkan syarat pendaftaran dan proses sertifikasi sehingga hanya mereka yang memiliki lisensi bisa dianggap bisa dipercaya.
Kode etik : Organisasi profesi biasanya memiliki kode etik bagi para anggotanya dan prosedur pendisiplinan bagi mereka yang melanggar aturan.
Mengatur diri : Organisasi profesi harus bisa mengatur organisasinya sendiri tanpa campur tangan pemerintah. Profesional diatur oleh mereka yang lebih senior, praktisi yang dihormati, atau mereka yang berkualifikasi paling tinggi.
Jadi dapat disimpulkan bahwa etika adalah watak atau adat kebiasaan dan etika ini dapat dikatakan berdampingan dengan perkataan moral.sedangkan Profesi adalah kegiatan untuk memperoleh sesuatu yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu. Jadi Etika Profesi merupakan sikap berupa keadilan untuk memberi pelayanan yang profesional kepada rakyat dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajibannya terhadap masyarakat.